ratuprayuana

Perjuangan Berdarah Sang Ratu Kebahagiaan

Posted on: September 21, 2015

Fikiran bisa membutakan. Apa yang ada di dalam kepalamu. Apa yang ada di dalam kepalaku. Apa yang ada di dalam kepala mereka.
Sebenarnya apa yang ingin diungkapkan. Hati serasa seperti batu. Fikiran seperti seonggok daging yang tak dapat lagi bergerak. Begitu banyak hal di dunia ini yang selalu membuat sang Ratu Kebahagiaan tersentak dan membuatnya berdiam diri sangat lama, menangis, seperti tercabik kulitnya, sangat perih dan pedih.
Kadang sang Ratu Kebahagiaan akan sangat bingung memutuskan solusi untuk masalahnya. Mencari cara sampai ke dasar samudera sampai ke puncak gunung berapi yang masih aktif. Hanya untuk mencari jawaban, mencari kedamaian yang selalu ingin ia genggam, mempertaruhkan diri bertarung dengan ganasnya kehidupan.

Kadang ia menjadi seorang yang sangat lugu, polos dan teramat bodoh hanya untuk ditipu.
Menangis lagi ia, terjatuh dan merasa sendiri lagi di dunia yang luas dan indah ini.
Setiap kali tersungkur, sangat sulit dan seperti hampir tak mungkin untuk berdiri lagi. tak bertenaga, tak dapat menggerakkan tubuh satu senti pun dari tanah.
Ia berteriak dan menangis melolong sangat sedih sampai seperti ingin mati. Ia terus berteriak dan terus melolong dengan kesedihan yang tak tertahankan, dengan kehancuran di setiap senti tubuhnya yang tak bisa digerakkan sama sekali.
Dengan sekuat tenaga ia terus pergi mencari kedamaian dan kebahagiaan yang direnggut darinya ke dasar samudera. Melewati pantai dengan ombak yang menyambar wajahnya sampai terluka oleh karang kecil yang mengapung.

Ia terus mencari jawaban kepada pusaran laut, yang malah, menyarankannya untuk pergi kepada kawah berapi di puncak gunung di ujung bumi.

Kecewa. Padahal pantai dan lautan adalah kedamaian baginya selama ini. Pantai dan lautan tak mengacuhkannya sama sekali sekarang. Ia bercermin di lautan, wajahnya penuh luka dan darah, baju kebesarannya lusuh, compang-camping, dan tak berwarna lagi. kulitnya kini menghitam dan ia tak kuasa lagi melihat dirinya sendiri yang begitu hina dan memalukan.
Ia pergi dengan wajah tertunduk, langkah terseret, dan tangis menyedihkan yang tak henti.

Sampai saatnya ia melihat matahari lagi. semakin sedih ia meluapkan tangisnya di pantai berpasir putih. Matahari membantunya melihat puncak merapi yang sangat jauh di ujung dunia yang tak terjangkau olehnya. Keputusasaan menghampirinya, selama bertahun-tahun terus menangis di tepian pantai menggenggam pasir dan terkulai disana.

Ada seekor kepiting kecil menggigit tangannya dan ia terbangun. Teringat bahwa ia harus pergi ke kawah gunung di ujung dunia untuk mendapatkan jawaban. Ia tak mampu bergerak lagi dan hanya sendiri di sana.
Sampai angin membantunya berdiri dengan segenap sisa kemanusiaan yang dimilikinya.

Ia berjalan terus menyusuri lembah dan dataran tinggi. Turun lagi ke jurang untuk menyeberangi bukit satu kepada bukit lainnya. Duri dan batang pohon patah menyakitinya.
Badai membuatnya berlindung dibawah akar pepohonan besar, bersama kelinci dan landak yang berduri tajam, teman yang baik tapi juga menyakiti.
Ia mulai mendaki, melewati jurang-jurang terjal dan pepohonan lebat. Batu-batu menghalangi langkahnya, kakinya sudah dipenuhi luka yang merobek kulit indahnya.
Ia terus mencari dan mencari dan mulai bosan dengan semua ini. Tak ada lagi tangisan karena ia terlalu lelah dan sendiri tanpa bisa berbagi.
Bertanya-tanya dalam hati apakah yang dilakukannya ini sudah benar?

Tetapi ia melanjutkan langkahnya yang tertatih.. wajah lugunya tertutupi asap merapi yang pekat. Kebodohannya tertutupi dan ketidak mengertiannya menjadi-jadi.
Ia panik di tengah hutan itu, dikelilingi rimbunnya dedaunan dan batu yang semakin banyak.

Lalu pada suatu pagi, sinar matahari pagi menuntunnya ke kawah itu. puncak dari gunung yang ia dambakan dan ia cari hampir di separuh hidupnya.
Ia terlalu senang dan menangis bahagia. Ia terus berjalan kepada kawah, menyibak rimbunnya pepohonan yang menghadangnya lagi dan lagi.
Sesampainya di titik tertinggi, ia tidak mendapatkan apa-apa dan tidak merasakan apa-apa. Di titik itu, ia bisa melihat seluruh dunia yang fana. Ia lihat semua kecantikan dunia dan merasa memiliki semuanya. Semakin besar kepalanya terisi oleh angan dan rasa semu.
Yang didapatkannya hanya kehampaan.

Ia ingin menyebarkan kebahagiaan kepada seluruh hal yang ia lihat, tetapi ia tak mampu, karena semuanya terlalu luas, terlalu indah tanpa ia turut campur tangan untuk mengubahnya. Pada satu titik kehidupan sang Ratu Kebahagiaan menyadari bahwa ada satu dzat yang Maha Kuasa yang memiliki ini semua, semua cerita kehidupan dan segala isinya.

Tertunduk ia turun dari gunung, terisak kembali. Ia merasakan pedih yang luar biasa dengan segala kegagalan dan kebodohannya. Kesia-siaan dan keputusasaan itu, yang sudah sangat dikenalnya, kembali datang dan menyergapnya.
Ia merasakan lemah di lutut dan semuanya seakan abu-abu dan tak bermakna. Tak tahu kemana arah dan tak tahu ingin melakukan apa. Tetapi hati kecilnya memaksanya untuk tetap berjalan dan terus menggenggam kebaikan, hanya kebaikan.

Tanpa sadar ia menemukan sebuah mata air indah yang sangat mempesona di sebuah dataran landai yang hijau dan penuh bunga warna-warni. Sebuah air terjun cantik di sudutnya menambah keelokan yang tak tertandingi.

Air matanya meleleh sangat dahsyat merasakan sedih dan gembira dipertemukan dengan tempat itu. Sebuah dataran indah diantara ujung dasar lautan dan puncak tertinggi gunung.

Ia lepaskan seluruh pakaian compang-camping dan juga harga dirinya. Ia memasuki dunia mata air jernih yang sangat menyegarkan dan membersihkan segala kejahatan dalam dirinya. Ia memejamkan mata dan memasuki air itu yang terlihat dasarnya dengan tersenyum.

Ia merentangkan tangan dan terus berenang menyusuri mata air berwarna hijau kebiruan yang sangat luas. hatinya seakan lapang dan seluruh bebannya terlepas. Bebas bersama air nan segar dan jernih.

Di tengah mata air itu ia bisa melihat keindahan pantai dan lautan juga bayangan dasar lautan yang curam di depannya, dan keindahan puncak gunung nan tinggi, hijau dan terjal di belakangnya.

Ia menyadari inilah tempat yang ia cari seumur hidupnya. Akhirnya ia menemukan kembali kedamaian dan keseimbangan dirinya di tempat ini. Tanpa perantara ataupun penentuan oranglain. Ia menemukannya dengan perjuangan dan darah, dengan keyakinannya akan sebuah kebaikan hakiki.

Sang Ratu Kebahagiaan kini telah kembali.
Ia membersihkan dirinya dengan akar-akaran ditepi mata air. Ia membuat pakaian baru dari bahan diatara pepohonan dan rerumputan. Ia bangun sebuah atap rindang yang aman dan sangat nyaman untuk berteduh. Ia membuat makanan dengan apa yang disediakan alam di sekitarnya. Ia saling berbagi dan memberi kasih sayang pada hewan dan tumbuhan di sekitar mata air.

Ia tersenyum, benar-benar tersenyum.
Sang Ratu Kebahagiaan kini telah benar-benar kembali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Cerita bareng Sang Ratu

Entrepreneur learn to be [ Lecturer wanna be [ Happy woman must be [ Student always to be [ A useful person to the world have to be [ Traveler always will be [ Blogger try to be

Putu bareng sang Ratu -Instagram

Will we wake up from sleep tomorrow? 😭 #muslimahtafakkur
Fun fact: hari dimulai bukan semenjak kita bangun tidur, tapi dimulai sejak kapan kita tidur, karna bangunmu tergantung saat kapan tidurmu.. *kata pejuang tahajjud di sebelah.. #quote #tahajjud #islamicwords #muslimahtafakkur . . . Repost picture πŸ“Έ
Kaktus berdaun merah πŸŒ΅πŸŒ΅πŸŒ΅πŸŒ΅πŸ‚πŸŒΏ Dulu koleksian jenis2 kaktus karna lucu2 bentuknya 😻 Tp karna berbagai alasan jadi pada mati dan lalu entahlah pada kemana skrg.. Huhuhuu.. . Kalau si kaktus berdaun merah ini mah dikasih sama si mbak tetanggah yang baik hatinyah.. Hehehe.. Tantiiikkkknaaaaa.. MaasyaAllah #kaktus #kaktusdaun #tanamanhias #urbanplanting
Brocolli πŸ₯¦πŸ₯¦πŸ₯¦πŸ₯¦πŸ₯¦ Dari sekian benih brokoli yang ditanam baru 1 ini yg muncul.. wkwkk πŸ˜… Senangnya daunnya udah mulai nambah lagi.. Sehat sehat terus yaa bayiii #brocolli #brokoli #pohonbrokoli #urbangardening #urbanhomestead #rooftopgardening #berkebunkece
Langit di atas Langit Sampai sana Ke langit ketujuh Tempat kembali Indahnya panorama Atau kelamnya masa Tergantung #langit #sky #ratugraphy #ratunature #amateurphotography #muslimahtafakkur
Progres buah tiin #fig Entah kenapa buah tin nya jadi pada berbintik2 begitu setelah dipindah ke pot besar dan digabung semua pohonnya jadi 1 tempat, walau mereka tetap terlihat sehat dan terus berbuah.. Alhamdulillah masih dikasih panen sama Allah, dan bagian dalamnya masih sama segarnya seperti biasanya.. nanti kita cari tau lagi kenapa bagian kulit mereka kok jadi begitu.. Mungkin mereka ngambek.. huhuhu.. Plis sehat2 terus yaaa keliaan.. 🍐🍐🍐 Fun fact, dari Rasulullah bilang kalo buah surga itu salah satu cirinya adalah tidak berbiji, nah mungkin karna itulah buah tin ini adalah salah satu buah surga, karna memang mereka gak ada bijinya, jd cara makannya gimana? Ya langsung caplok aja semuanya *kecuali tangkainya yaakk.. Hehehehehee #buahtin #tin #greenfig #yellowfig #figtree #ara #buahara #berkebunkece #urbangardening #urbanhomestead #nofilters

Kicauan Sang Ratu

Advertisements
%d bloggers like this: